Manajemen peserta didik
A. pengertian promosi peserta didik
Promosi peseta didik termasuk juga dalam tahap penerimaanpeserta didik baru. promosi dilakukan sepanjang tahun terutama pada momen-momen penting, promosi biasanya dilakukan dengan brosur, koran, media elektronik dan lain lain yang dapat menunjang promosi dalam suatu sekolah. untuk menambah daya tarik, biasanya sekolah mengajak serta peserta didik yang berprestasi, baik akademik maupun nonakademik.Peserta didik itu disuruh untuk presentasi tentang keberhasilannya bersekolah di sekolah tersebut dengan segala daya dukung yang disediakan sebagai fasilitas pengembangan prestasi di hadapan calon peserta didik baru. Apalagi kalau peserta didik yang berprestasi itu dulunya berasal dari sekolah sasaran, tentu akan sangat menguntungkan sebab mereka telah memiliki ikatan batin yang kuat dengan adik-adik kelas, yang secara psikologis sungguh berpengaruh.
Sekolah-sekolah yang memiliki sarana multimedia lengkap yang didukung oleh guru yang terampil dalam aplikasi teknologi informasi-komunikasi, multimedia akan menjadi media promosi yang cukup menarik. Para calon peserta didik baru dapat disuguhi -secara audio-visual- berbagai kegiatan sekolah yang menarik, baik kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
B. pengertian mutasi peserta didik
Mutasi siswa atau perpindahan siswa pada hakekatnya adalah berpindahnya kegiatan belajar mengajar dari satu sekolah ke sekolah yang lain baik itu masih satu kabupaten/kota atau luar kota. Proses kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa yang melakukan mutasi itu sifatnya melanjutkan bukan mengulang jadi hal-hal yang berkaitan dengan siswa tersebut baik itu berupa absensi atau penilaian semuanya harus ada laporan ke sekolah barunya, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan dalam proses belajar baik itu tingkat SD, SMP dan SMA.Siswa yang baru melakukan perpindahan sekolah biasanya selalu dilakukan pengawasan yang ketat oleh sekolahnya yang baru, dikhawatirkan siswa yang besangkutan memiliki suatu permasalahan yang data menggangu siswa lain dalam melakukan kegiatan belajar mengajar atau dengan kata lain siswa yang lain selalu diberikan masa percobaan apakan siswa tersebut dapat mengikuti kegiatan belajar yang dilakukan sekolah barunya, dalam masa percobaan ini sekolah berwenang memberikan suatu keputusan yang mungkin suatu keputusan tersebut dapat berupa mengalihkan sekolahnya ke sekolah yang dianggap sebagai sekolah yang tarafnya di bawah sekolah tersebut. mutasi ada 2 macam yaitu mutasi internal dan eksternal.
Mutasi internal adalah mutasi yang dilakukan oleh peserta didik didalam sekolah itu sendiri. umumnya, peserta didik demikian hanyalah pindah kelas saja, dalam suatu kelas yang tingkatannya sejajar. mutasi internal ini dilakukan oleh yang sama jurusannya atau yang beda jurusannya.
m Mutasi eksternal. Yang dimaksud dengan mutasi eksternal adalah perpindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah lain dalam satu jenis, dan dalam satu tingkatan. Meskipun ada juga peserta didik yang pindah ke sekolah lain dengan jenis sekolah yang berlainan. Pada sekolah-sekolah negeri hal demikian menjadi persoalan; meskipun pada sekolah swasta, terutama yang kekurangan peserta didik, tidak pernah menjadi persoalan.
C. C. Pengertian drop out peserta didik
Drop Out adalah keluar dari sekolah sebelum waktunya, atau sebelum lulus. Drop out demikian ini perlu di cegah karena menyebabkan terjadinya pemborosan biaya. Jumlah peserta didik yang drop out merupakan indikasi rendahnya produktivitas pendidikan (Imron, 2016:159). Penanganan drop out tentu tidak bisa dilaksanakan oleh sekolah sendiri, melainkan haruslah terpadu dan bersama–sama dengan lingkungan lain, keluaraga dan masyarakat. Pemerintah juga perlu mengupayakan bagaimana agar drop out ini dapat ditekankan. Sebab, kalau hanya satu lembaga saja yang berusaha menekan angka drop out, maka tidak akan dapat berhasil sebagaimana yang diharapkan. Ada berbagai sebab mengapa peserta didik drop out. Menurut Imron (1994:135) sebab–sebab peserta didik drop out sebagai berikut:
1. Tidak mampu menyelesaikan pendidikan. Rendahnya kemampuan membuat peserta didik berat menyelesaikan pendidikannya. Oleh karena itu peserta didik dengan kemampuan rendah, perlu mendapatkan perlakuan khusus.
2. Tidak mempunyai biaya untuk sekolah. Faktor ekonomi memang faktor yang sangat banyak dijumpai untuk melanjutkan pendidikan. Terutama terjadi di daerah–daerah pedesaan. Pada daerah di pedesaan, jangankan untuk pendidikan, makan saja masih kurang. Karena semakin tinggi jenjang pendidikan yang harus ditempuh, semakin banyak juga biaya yang dikeluarkan.
3. Sakit yang tidak tahu kapan sembuhnya. Ini menjadi penyebab siswa tidak sekolah sampai dengan batas waktu yang dia sendiri tidak tahu. Karena sudah tertinggal pelajaran, maka kemudian ia lebih memilih untuk tidak sekolah ketimbang ketinggalan pelajaran oleh teman sebayanya.
4. Di drop out oleh sekolah. Hal ini terjadi karena yang bersangkutan sudah tidak dapat di didik kembali. Tidak dapat di didik lagi ini, bisa disebabkan karena memang kemampuannya rendah, atau juga yang bersangkutan sudah tidak mau belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Kreasi cahaya,nurasikin, 01 mei 2013, manajemen
peserta didik
http://nurasikin20.blogspot.com/2013/05/manajemen-peserta-didik_1.html
di akses pada 01 mei 2013
viana rahmawati 28 september 2019,
mutasi dan drop out peserta didik
https://vianarahmawati100.blogspot.com/2019/09/mutasi-dan-drop-out-peserta-didik-di.html
di akses pada 28 september 2019
Reni faria, 2018 pelaksanaan sistem mutasi peserta
didik
http://eprints.radenfatah.ac.id/2964/1/Reni%20Faria%20%2814290093%29.pdfdiakses pada tahun 2018
c
c